Arsip untuk Maret, 2012

Secara umum budaya dapat diartikan sebagai jalan atau arah dalam bertindak dan berfikir (cara hidup) yang dimiliki oleh sekelompok orang untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Budaya dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:

  • Superculture : Kebudayaan yang berlaku bagi seluruh masyarakat.
  • Culture : Kebudayaan yang hanya berlaku bagi beberapa golongan etnik, profesi, wilayah atau daerah.
  • Subculture : kebudyaan khusus dalam sebuah culture, namun kebudayaan ini tidaklah bertentangan dengan kebudayaan induknya.
  • Counter-Culture : Tingkatannya sama dengan sub-culture yaitu merupakan bagian turunan dari culture, namun counter-culture ini bertentangan dengan kebudayaan induknya.

Berdasarkan wujud, budaya dapat dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu:

  •  Gagasan : Berupa gagasan, ide, nilai, norma, peraturan yang bersifat abstrak.
  • Aktivitas : Kegiatan manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak dan bergaul dengan manusia lain didalam kehidupan sehari-hari.
  • Artefak : Hasil dari karya manusia berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat dilihat dan diraba serta dapat didokumentasikan.

Secara sederhana ilmu budaya dasar dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kebudayaan. Dengan adanya perbedaan tingkah laku, gaya hidup dan prinsip dasar kehidupan masyarakat dalam bersosialisasi sehingga ilmu budaya dasar dapat diartikan sebagai pemahaman, pengetahuan dasar atau pengertian umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji tingkah laku, gaya hidup serta prinsip dasar kehidupan manusia dalam hal ini kebudayaannya.

Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris The Humanities. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin yaitu Humanus yang berarti berbudaya, sedangkan manusia berasal dari bahasa latin yaitu Homo, sehingga bila digabungkan akan menjadi Homo Humanus atau manusia berbudaya.

Berdasarkan perkembangannya manusia (homo) dapat dibedakan menjadi 7 (tujuh), yaitu:

  • Homo Sapien : Manusia yang sudah berfikir. Pada tahap ini manusia sudah berfikir apa yang akan dilakukan di masa depan berdasarkan  pengalaman dari masa lalu.
  • Homo Faber : Manusia sudah mengenal teknologi. Pada tahap ini manusia dapat membuat alat-alat yang nantinya akan berfungsi mempermudah pekerjaan manusia.
  • Homo Languen : Manusia sudah mengenal bahasa. Pada tahap ini manusia sudah dapat mengemukakan pendapat yang ada di fikirannya, sehingga mempermudah manusia berkomunikasi satu dengan lainnya.
  • Homo Socius : Manusia sudah bersosialisasi. Dalam tahap ini manusia sudah bermasyarakat dan saling tolong-menolong.
  • Homo Economicus : Manusia mulai melakukan perhitungan ekonomi. Dalam tahap ini manusia sudah mulai memiliki usaha dan sudah memikirkan untung rugi yang didapat dari usaha yang mereka jalankan.
  • Homo Religius : Manusia sudah memiliki kepercayaan. Manusia percaya adanya kekuatan gaib.
  • Homo Humanus : Manusia berbudaya. Setiap kelompok manusia sudah memiliki cara hidupnya masing-masing (berbeda-beda).

Indonesia telah berakulturasi dengan berbagai kebudayaan dlm waktu yg lama. Letak strategis Indonesia yg ada pada pusat perdagangan internasional pada masa lampau memberi pengaruh besar terhadap kebudayaan pribumi.

Perkembangan zaman era Globalisasi sekarang ini sangat pesat sehingga membuat kita sering takjub dengan segala penemuan baru disegala bidang. Penemuan baru yang lebih banyak didominasi oleh negara-negara Barat tersebut dapat kita simak dan saksikan melalui layar televisi, koran, Internet dan sebagainya. Penemuan baru tersebut merupakan sisi positif yang dapat kita ambil dari negara Barat, sedangkan di negara Barat itu sendiri pola hidupnya sudah semakin bebas dalam bertindak dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi suatu kebiasaan yang membudaya. Pola kehidupan yang sudah semakin bebas inilah sisi negatif yang seharusnya kita hindari.

Budaya Asing dapat diartikan sebagai cara hidup yang berasal dari luar (eksternal) yang dapat memberikan perubahan terhadap cara hidup yang asli baik perubahan bersifat positif maupun negatif.

Masuknya budaya asing ke indonesia mempunyai pengaruh yang bermacam-macam dari dampak  positif sampai dampak negatif.

  • Dampak Positif : Modernisasi dalam segi Hukum, perekonomian dan pendidikan bagi bangsa kita.
  • Dampak Negatif : Meningkatnya kriminalitas, Kesenjangan sosial ekonomi, Kerusakan lingkungan, pergaulan diluar batas kewajaran budaya ketimuran kita.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya#Definisi_Budaya

http://www.membuatblog.web.id/2010/02/ilmu-budaya-dasar.html

http://wisnuardiansyah.wordpress.com/2011/04/20/rangkuman-ilmu-budaya-dasar/

http://khaeylbgt.multiply.com/journal/item/3?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Mitos, Legenda dan Cerita Rakyat – : – PUISI

Iklan

Cerita rakyat atau yang biasa kita kenal dengan sebutan mitos sebenarnya tercipta karena keterbatasan manusia dalam menerangkan hal-hal yang terjadi di alam, kekurangan disini meliputi kurangnya pengetahuan manusia, kurangnya penalaran manusia, keterbatasan indera manusia dan keingintahuan manusia yang sifatnya hanya sementara.

Adanya mitos ini dimaksudkan untuk memuaskan keingintahuan manusia yang sifatnya sementara itu, selama penjelasan tersebut masuk akal maka akan diterima dan dipercaya. Manusia saat itu lebih mengikuti kata hati dibandingkan penalaran.

Ilmu yang menjelaskan mitos adalah mitologi. Istilah mitologi telah dipakai sejak abad 15. Secara garis besar mitologi dibedakan menjadi 3 (tiga), antara lain:

  • Mitos : Berasal dari kata mite. Merupakan sebuah imajinasi manusia yang berusaha untuk menerangkan gejala alam yang terjadi atau pantangan yang tidak boleh dilakukan disuatu tempat. Contoh: Penampakan awan berbentuk kepala petruk dianggap sebagai penyebab meletusnya merapi. Mitos itu terkait cerita tentang kekecewaan Raja Majapahit, Brawijaya terhadap Kerajaan Demak dalam kisah Sabdo Palono Genggong. Brawijaya saat itu ingin menyepi di Gunung Lawu namun diusir. Brawijaya akhirnya bersemedi di puncak Merapi. Saat menyepi di Merapi, Brawijaya bertemu dengan seorang wanita tua yang konon disebut Nyai Petruk atau Mbah Petruk. Mbah Petruk kemudian mengeluarkan sabda “jika Ada pemimpin di sekitar Merapi yang tidak benar dirinya akan menagih janji.”
  • Legenda : Berasal dari bahasa latin Legere. Cerita secara turun-temurun yang menjadi ciri khas suatu bangsa yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah/asal usul terjadinya sesuatu. Contoh: Malin kundang. Sebenarnya malin kundang adalah anak yang cerdas dan ulet. Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat menjadi kaya raya. Singkat cerita, setelah ia menjadi kaya raya dan menikahi seorang perempuan cantik, ia beserta istri, pengawal dan anak buahnya berlayar ke kampung halamannya. Disitulah ia bertemu dengan ibunya. Ketika ibunya memeluk dan menanyakan kabarnya, malin justru memaki dan memarahi ibunya karena malu terhadap istri dan anak buahnya bahwa ia memiliki ibu yang tua, miskin, berpakaian lusuh dan kotor. Dengan sangat marahnya ibunya mengutuk malin menjadi batu. Dalam perjalanan pulang perahu malin terkena badai dahsyat, malin pun perlahan-lahan berubah menjadi kaku dan akhirnya berubah menjadi batu karang berbentuk orang sedang bersujud.
  • Cerita Rakyat : Merupakan suatu kisah yang di angkat dari pemikiran fiktif, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral, yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan mahluk lainnya. Contoh: Bawang Merah & Bawang Putih. Bawang putih adalah anak yang baik. Walaupun dia selalu disiksa ibu tiri dan saudara tirinya, ia tetap sabar menghadapinya. Suatu hari ketika ia sedang mencuci pakaian di sungai, pakaian favorit ibu tirinya hanyut. Ia menyusuri sungai sampai menemukan sebuah gubug yang dihuni oleh seorang nenek tua. Ketika ia bertanya mengenai baju ibu tirinya, nenek itu menceritakan bahwa baju ibunya itu ditemukannya tersangkut di depan rumahnya. Bawang putih boleh membawanya pulang tapi dengan syarat ia harus menemani nenek itu selama seminggu. Singkat cerita setelah seminggu genap akhirnya bawang putih diperbolehkan pergi membawa baju ibu tirinya. Selain itu ia juga diminta memilih 2 buah labu, yang satu besar yang satunya kecil. Bawang putih memilih yang kecil karena ia takut tidak sanggup membawa yang besar. Ketika dibelah ternyata labu tersebut berisi perhiasan.  Singkat cerita saudara tirinya iri dan ia mengikuti apa yang bawang putih lakukan. Setelah seminggu genap ia membawa pulang labu yang besar. Karena ia tidak mau bawang putih meminta bagian, ibu tirinya menyuruh bawang putih pergi ke sungai. Ketika dibelah ternyata labu tersebut bukannya berisi perhiasan tapi berisi binatang-binatang berbisa yang langsung menyerang ibu tiri dan saudara tirinya sampai meninggal.

Sumber:

http://id.shvoong.com/social-sciences/1785485-dongeng-legenda/

http://ifsindra.wordpress.com/2011/01/09/mitos-legenda-dan-cerita-rakyat/

http://www.sentra-edukasi.com/2011/06/pengertian-dan-contoh-contoh-mitos-di.html

http://apolo7-net.blogspot.com/2011/09/mitos-mbah-petruk-gunung-merapi.html

http://cerpen.web.id/articles/2/1/Legenda-Malin-Kundang/Page1.html

http://www.ceritaanak.org/index.php?option=com_content&view=article&id=104:cerita-rakyat-bawang-merah-putih&catid=36:cerita-rakyat&Itemid=56

Pembagian Ilmu Pengetahuan – : – Pengaruh Budaya Asing

Kata ilmu dalam bahasa Arab yaitu ilm yang berarti memahami, mengerti atau mengetahui. Ilmu dapat dijabarkan sebagai pengetahuan khusus tentang apa dan mengapa penyebab sesuatu terjadi.

Sesuatu bisa disebut ilmu apabila memenuhi sifat-sifat sebagai berikut:

  1. Objektif : Dalam proses pencarian kebenaran, ilmu harus memiliki objek kajian yang bersifat ada, yang bentuknya tampak dari luar maupun dari dalam.
  2. Metodis : Proses pencarian kebenaran dengan menggunakan metode-metode. Penggunaan metode ini dimaksudkan untuk meminimalisir penyimpangan-penyimpangan atau kesalahan-kesalahan yang terjadi pada saat proses pencarian kebenaran.
  3. Sistematis : Dalam proses pencarian kebenaran, ilmu harus terurai dan terumus secara teratur dan logis sehingga membentuk suatu system yang utuh yang dapat menjelaskan rangkaian sebab akibat yang menyangkut objek yang bersangkutan.
  4. Universal : Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran yang bersifat umum.

Ilmu pengetahuan merupakan usaha untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dalam kehidupannya. Ilmu pengetahuan dibagi menjadi 3 (tiga), antara lain:

  1. Ilmu Alamiah : Ilmu yang mempelajari manusia, alam beserta isinya. Dalam hal ini dipelajari secara ilmiah dan lebih menekankan pada analisa mahluk hidup serta gejala alam semesta. Contoh: Analisa organ internal mahluk hidup, gempa dll.
  2. Ilmu Sosial : Ilmu yang mempelajari manusia dalam hal bersosialisasi dengan lingkungannya. Ilmu sosial lebih menekankan pada interaksi manusia dengan lingkungan. Contoh: Arisan, Karang Taruna, Bakti Sosial dll.
  3. Ilmu Budaya : Ilmu yang mempelajari prinsip-prinsip atau dasar-dasar dalam kehidupan manusia dalam hal ini kebiasaan, gaya hidup, acara-acara adat dll. Contoh: Acara pernikahan.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu

http://harrisfadilah.wordpress.com/2010/10/01/pembagian-ilmu-pengetahuan/

Mitos, Legenda dan Cerita Rakyat